Manchester City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Melawan Tim

Manchester City
71 / 100 SEO Score
0
(0)

meong365 – Manchester City kembali terpuruk, kali ini dipermalukan Bodo/Glimt 1–3 di Aspmyra Stadion, Bodo, Norwegia, pada matchday 7 fase grup Liga Champions 2025/2026. Kekalahan ini menambah panjang periode sulit The Citizens, yang kini kalah 3 dari 5 laga terakhir mereka di semua kompetisi, dan kembali membuka bancakan kritik terhadap Pep Guardiola.

Babak Pertama: City Dikurung 2–0

Manchester City

Bodo/Glimt langsung tancap gas sejak awal babak pertama. Di menit ke-22, Kasper Hogh mencatatkan nama pertama di papan skor setelah menyundul umpan silang dari sisi kanan yang gagal dihentikan lini belakang City. Hanya berselang dua menit, Hogh mencetak gol kedua usai memanfaatkan blunder dari M. Alleyne di sisi kanan, yang kemudian diikuti umpan matang dan sundulan keras.

Manchester City terus menguasai bola, tetapi minim kreativitas di sepertiga akhir lapangan membuat serangan-serangan mereka mudah dipotong dan gagal membahayakan gawang Bodo/Glimt. Erling Haaland sempat mendapat peluang emas menjelang akhir babak pertama, tetapi tembakan mendatarnya masih melebar tipis di sisi kanan gawang.

Babak Kedua & Kartu Merah Rodri

Di awal babak kedua, Bodo/Glimt kembali menggempur. Di menit ke-58, Jens Petter Hauge melepaskan tembakan terukur dari luar kotak penalti yang bersarang di pojok gawang City, menambah keunggulan menjadi 3–0. City sempat memperkecil ketertinggalan dua menit kemudian lewat Rayan Cherki, yang menyelesaikan tembakan keras dari luar kotak penalti.

Namun, harapan bangkit segera hancur di menit ke-62, ketika Rodri mendapat kartu kuning kedua (dalam waktu kurang dari satu menit) setelah pelanggaran beruntun di tengah. Bermain dengan 10 pemain membuat City semakin kesulitan, sementara Bodo/Glimt cukup bijak mengamankan skor 3–1 hingga peluit panjang dibunyikan.

Reaksi Guardiola: “Segala Hal Melawan Kami”

Pep Guardiola usai pertandingan mengakui bahwa “segala hal melawan kami” saat ini:

  • Fisik menurun dan kelelahan di tengah padatnya jadwal di tiga kompetisi.
  • Banyak pemain kunci terganggu cedera ringan yang mengurangi kualitas di tengah.
  • Tim kehilangan konsistensi mental dan konsentrasi di momen krusial, terbukti dari dua gol cepat Bodo/Glimt dan kartu merah Rodri.

Guardiola juga menekankan bahwa City harus segera lekas “move on” dan kembali fokus di laga-laga selanjutnya, jika tidak ingin musim ini berakhir sebagai kegagalan. Meski masih lolos ke babak 16 besar, City kini justru terancam kehilangan posisi unggul dan kembali masuk jalur klasik: jadi favorit di atas kertas, tapi mudah tumbang saat dihantam tim agresif dan taktis seperti Bodo/Glimt.

dampak bagi Manchester City

  • Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk City: kalah 3 dari 5 laga terakhir, dengan clean sheet hanya 1 kali.
  • Bodo/Glimt mencetak sejarah: kali pertama klub Norwegia mengalahkan tim Liga Inggris di Liga Champions.
  • City kini dihadapkan pada tekanan besar di Liga Inggris, Piala Liga, dan Lanjutan Liga Champions, dengan tantangan terbesar adalah membangkitkan mental tim dan mengatasi krisis kepercayaan di lini belakang dan tengah. stephenpalmer

Kesimpulan

Kekalahan 1–3 dari Bodo/Glimt di Norwegia bukan hanya soal hasil biasa, tapi adalah cerminan dari krisis yang sedang menghimpit Manchester City di paruh kedua musim 2025/2026. Pep Guardiola bakal punya kerja besar: memperbaiki kondisi fisik, reparasi lini belakang, dan membangkitkan mental juara, jika tidak ingin City kembali hanya jadi ‘tim bagus di fase grup’ tanpa prestasi besar di panggung Eropa. Luck365

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.