Public figure Nafa Urbach dan Eko Patrio mendapat kritikan keras dari netizen
Public figure Nafa Urbach dan Eko Patrio menjadi sorotan tajam setelah keduanya mendapat kritikan keras dari netizen terkait pernyataan dan tindakan kontroversial yang menimbulkan kemarahan publik di Agustus 2025.

Nafa Urbach, yang juga anggota DPR RI periode tahun 2024-2029, sempat juga memberikan penjelasan maupun dengan dukungan terhadap kebijakan tunjangan rumah bagi anggota DPR senilai Rp 50 juta per bulan tersebut. Klaim Nafa bahwa tunjangan tersebut bukan kenaikan gaji melainkan kompensasi atas hilangnya rumah jabatan bagi para legislator memicu gelombang kritik hingga cemoohan di media sosial. Banyak warganet menilai pernyataan tersebut tidak peka terhadap kondisi ekonomi masyarakat dan dianggap sebagai pembenar pemotongan dana publik yang kontroversial. Akibat meluasnya dalam kritik, Nafa akhirnya telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan juga berjanji untuk dapat mengalokasikan seluruh gaji dan juga dengan tunjangannya selama masa jabatan hingga tahun 2029 untuk kepentingan dalam masyarakat, khususnya guru yang telah dianggap pahlawan dalam pendidikan.
Sementara itu, Eko Patrio, komedian sekaligus anggota DPR, menghadapi serangan publik karena video jogetnya yang viral di media sosial, yang terjadi dalam sidang tahunan MPR 2025. Video tersebut kemudian ditanggapi sebagai parodi DJ Sound Horeg yang diduga menyinggung suasana serius dan bahkan dianggap menantang lantaran suasana politik sedang panas dan kritikan publik mengarah ke DPR. Merespons ini, Eko mengakui bahwa video tersebut hanya bagian dari acara internal partai dan tidak bermaksud menyinggung siapapun. Namun, ia juga meminta maaf atas ketidaknyamanan yang timbul dan menegaskan tidak ada maksud buruk dalam tindakannya.
Kontroversi ini diperparah oleh pernyataan beberapa politisi lain yang menyebut pengkritik DPR dengan kata-kata kasar, sehingga memburuknya citra DPR di mata publik. Momen joget Eko di ruang sidang tersebut resmi menjadi simbol ketidakseriusan dalam DPR yang dikecam oleh dengan banyak kalangan.
Kemarahan publik yang meluas memunculkan seruan untuk pembenahan DPR dan bahkan dorongan untuk pembubaran lembaga legislatif tersebut. Kritik ini mencerminkan kekecewaan masyarakat yang merasa wakil rakyat semakin jauh dari aspirasi mereka.
Namun, langkah maaf Nafa Urbach dan Eko Patrio disikapi sebagai upaya untuk meredam konflik dan menunjukkan tanggung jawab atas pernyataan dan tindakan mereka. Nafa bahkan membuka ruang diskusi untuk menentukan kelompok masyarakat mana yang paling membutuhkan bantuan dari dana yang akan dialokasikan dari penghasilan politikus.
Kasus ini menjadi cermin dinamika politik dan sosial di Indonesia, terutama terkait persepsi masyarakat terhadap wakil rakyat dan penggunaan dana publik. Respons negatif di media sosial mengingatkan pentingnya komunikasi yang sensitif dan menjaga etika dalam menjalankan tugas serta peran sebagai pejabat publik. Luck365
Secara umum, peristiwa ini menegaskan bahwa anggota DPR yang juga berasal dari kalangan selebriti harus lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapat dan bersikap, karena selain menjadi perwakilan rakyat juga menjadi sorotan publik dan media. stephenpalmer

